Tidur 90 Menit vs. 8 Jam: Mana yang Lebih Bikin Segar?
Banyak orang percaya bahwa semakin lama tidur, semakin segar badan saat bangun. Tetapi, pernahkah kamu tidur 8 jam penuh dan tetap merasa lelah, sementara di lain waktu tidur 90 menit justru membuatmu terasa segar? Fenomena ini bukan sekadar kebetulan, tetapi ada penjelasan ilmiahnya!
Memahami Siklus Tidur
Tubuh manusia tidak tidur secara linear. Tidur terdiri dari beberapa siklus, masing-masing berlangsung sekitar 90 menit. Dalam satu siklus, kita melewati beberapa fase:
- Tidur ringan
- Tidur dalam
- REM (Rapid Eye Movement), fase mimpi, di mana otak aktif, tapi tubuh tetap rileks.
Idealnya, kamu bangun di akhir siklus tidur, bukan di tengah-tengahnya. Jika kamu terbangun saat tubuh masih berada di fase tidur dalam, kamu bisa merasa pusing, lemas, bahkan lebih lelah dari sebelumnya—meskipun durasi tidurnya panjang.
Kenapa Tidur 90 Menit Bisa Lebih Efektif?
Tidur selama 90 menit berarti kamu menyelesaikan satu siklus tidur secara utuh. Jika kamu hanya punya waktu tidur sebentar, satu siklus lengkap justru lebih baik daripada 2 atau 3 jam tidur yang terpotong di tengah fase tidur dalam.
Artinya, lebih baik tidur 90 menit penuh daripada 3 jam yang terputus.
Lalu, Kenapa Harus 8 Jam? Bukankah 7,5 Jam Sudah Cukup?
Secara ilmiah, 5 siklus tidur x 90 menit = 450 menit = 7,5 jam. Itu waktu tidur efektif yang ideal.
Tetapi, orang sering menyebut “tidur 8 jam” karena:
- Ada waktu transisi sebelum benar-benar tidur, biasanya 10–20 menit. Jadi total waktu di tempat tidur memang bisa sekitar 8 jam.
- “Tidur 8 jam sehari” juga sudah menjadi standar populer di banyak referensi kesehatan. Mudah diingat dan dianggap aman untuk mayoritas orang.
- Panjang siklus tidur bisa sedikit bervariasi, jadi 8 jam memberi sedikit margin aman untuk menyelesaikan 5 siklus.
Jadi sebenarnya, kalau kamu tidur selama 8 jam, kemungkinan kamu mendapatkan 7,5 jam tidur efektif, dan itu ideal, selama kamu bangun di akhir siklus.
Triknya: Bangun di Akhir Siklus, Bukan di Tengah
Daripada hanya fokus pada “berapa lama” kamu tidur, lebih penting melihat kapan kamu mulai tidur dan kapan kamu bangun. Contoh:
- Tidur jam 23.00 → bangun jam 06.30 (7,5 jam)
- Tidur jam 00.30 → bangun jam 02.00 (90 menit)
Jika hanya sempat tidur singkat, maka aturlah alarm agar kamu dapat bangun di kelipatan 90 menit (1 siklus, 3 siklus, dst). Beberapa aplikasi dan jam pintar juga bisa membantu mengatur waktu bangun yang optimal.
Jadi, daripada terpaku pada angka 8 jam, lebih baik kenali pola tidurmu dan sesuaikan waktu bangun dengan akhir siklus tidur. Entah itu 90 menit, 7,5 jam, atau 8 jam sekalipun, yang terpenting adalah kualitas tidur dan timing saat bangun. Dengan memahami ritme alami tubuh, kamu bisa bangun lebih segar, fokus, dan siap menjalani hari tanpa rasa lesu yang membingungkan.
Kunjungi Scandia Sekarang!
Lengkapi setiap sudut hunian dengan produk home living dan furnitur berkualitas dengan harga terjangkau. Belanja lebih fleksibel di toko, website, atau marketplace favorit Anda.
Kunjungi toko terdekat atau jelajahi koleksi lengkap di website atau marketplace (Tokopedia, Shopee, Renos, Blibli) Scandia sekarang!
